Kamis 27 Mar 2025 04:36 WIB

Bungkam atas Penangkapan Sutradara No Other Land, Academy Dikecam

Hamdan Ballal disebut jadi target penyerangan karena keterlibatan di No Other Land.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Dari kiri ke kanan: Basel Adra, Rachel Szor, Hamdan Ballal, dan Yuval Abraham, pemenang Film Dokumenter Terbaik untuk No Other Land, berpose di ruang pers selama upacara Academy Awards tahunan ke-97 di Dolby Theater di kawasan Hollywood, Los Angeles, California, AS, pada Ahad (3/3/2025).
Foto: DOK. EPA-EFE/CAROLINE BREHMAN
Dari kiri ke kanan: Basel Adra, Rachel Szor, Hamdan Ballal, dan Yuval Abraham, pemenang Film Dokumenter Terbaik untuk No Other Land, berpose di ruang pers selama upacara Academy Awards tahunan ke-97 di Dolby Theater di kawasan Hollywood, Los Angeles, California, AS, pada Ahad (3/3/2025).

AMEERALIFE.COM, JAKARTA – Yuval Abraham, salah satu sutradara dari film dokumenter peraih Oscar No Other Land, mengecam Academy Awards karena menolak memberikan dukungan kepada rekan sutradaranya, Hamdan Ballal. Kritik ini disampaikan sehari setelah Ballal dibebaskan dari penahanan oleh militer Israel.

“Sayangnya, Academy di AS, yang memberi kami Oscar tiga pekan lalu, menolak untuk mendukung Hamdan Ballal secara terbuka saat ia dipukuli dan disiksa oleh tentara dan pemukim Israel,” kata Abraham seperti dilansir laman The Wrap, Kamis (27/3/2025).

Baca Juga

Abraham juga mengungkapkan bahwa European Academy serta banyak festival dan kelompok penghargaan lainnya telah menyuarakan dukungan mereka. Bahkan beberapa anggota Academy di AS, terutama dari kategori dokumenter, berusaha mendorong pernyataan dukungan, namun akhirnya ditolak. “Kami diberitahu bahwa karena ada warga Palestina lain yang juga menjadi korban serangan pemukim, insiden ini bisa dianggap tidak terkait dengan film, sehingga mereka merasa tidak perlu merespons,” kata dia.

Abraham mengatakan, Ballal ditangkap pada Senin bersama tiga warga Palestina setelah sekelompok pemukim Israel menyerang wilayah hunian warga Palestina. Menurutnya, Ballal telah menjadi target penyerangan oleh pemukim Israel karena keterlibatannya dalam dokumenter No Other Land.

“Ballal mengingat bagaimana tentara bercanda tentang Oscar saat mereka menyiksanya. Namun dia juga menjadi target karena dia seorang Palestina, seperti banyak lainnya yang mengalami hal serupa setiap hari dan sering diabaikan. Hal inilah yang tampaknya dijadikan alasan oleh Academy untuk tetap diam ketika seorang pembuat film sangat membutuhkan dukungan mereka,” kata Abraham.

Abraham pun mendesak Academy untuk mengubah sikap mereka. “Masih belum terlambat. Bahkan sekarang, mengeluarkan pernyataan yang mengutuk serangan terhadap Ballal dan komunitas Masafer Yatta akan memberikan pesan yang bermakna,” kata dia.

Hingga berita ini ditulis, Academy of Motion Picture Arts and Sciences selaku penggagas Academy Awards atau Oscar belum memberikan tanggapan apapun. Sebagai informasi, Hamdan Ballal dan Yuval Abraham merupakan bagian dari tim pembuat film dokumenter No Other Land yang memenangkan Film Dokumenter Terbaik di Oscar 2025 pada tanggal 2 Maret bersama sutradara lainnya Basel Adra dan Rachel Szor. Film kolaborasi antara aktivis Palestina dan Israel ini mendokumentasikan pengusiran warga Palestina di Masafer Yatta setelah pengadilan menetapkan wilayah tersebut sebagai zona militer tertutup.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement