
Dalam proses penyutradaraan, Tarzan dan Arab mengaku cenderung mengandalkan intuisi karena mereka tidak memiliki pendidikan formal di bidang sinema. “Kami memulai dari dunia seni rupa. Sinema bagi kami ibarat kanvas kosong tempat kami meluapkan ide dan emosi,” kata filmmaker tersebut.
Tidak hanya menyutradarai, mereka juga terjun langsung dalam membangun set film, pemilihan properti hingga para pemeran. Aktor Majd Eid yang memerankan pedagang dipilih oleh keduanya karena memilih karakter suara yang khas, adapun Nader Abd Alhay (pemeran mahasiswa) dipilih karena memiliki ekspresi yang kuat.
“Wajahnya mencerminkan kesedihan dan kebingungan, sangat cocok untuk peran Yahya,” kata Tarzan Nasser dan Arab Nasser.
Untuk proyek mendatang, Tarzan dan Arab tengah menyiapkan film yang berfokus pada tiga perempuan Gaza yang harus berjuang menghadapi berbagai tantangan dalam mempertahankan eksistensi mereka.