Dokter Ariansyah mengatakan, dengan daya beli yang tinggi, masyarakat cenderung tidak berolahraga, dan memilih untuk berpergian dengan transportasi daring. Padahal, aktivitas fisik sangat penting guna proses regenerasi sel yang baik.
"Padahal, di dalam kampanye pencegahan kanker, aktivitas fisik itu perlu dilakukan minimal 30 menit," katanya.
Dokter Ariansah mengatakan, adapun faktor lainnya, yaitu merokok atau vape, radang usus, atau penyakit-penyakit keganasan lainnya. Faktor genetik juga dapat memengaruhi, namun lebih sedikit dibandingkan faktor-faktor risiko lainnya.
"Yang genetik itu hanya 20 persen. Yang sporadis itu 80 persen. Rata-rata pasien datang dengan kanker yang sifatnya sporadis. Artinya, faktor risiko itu bisa dihindari sebetulnya," kata dia.