Rabu 02 Apr 2025 05:07 WIB

Sulit Memaafkan di Momen Idul Fitri, Harus Bagaimana? Ini Saran Psikolog

Memaafkan bermanfaat bagi kesehatan mental dan fisik.

Red: Ani Nursalikah
Umat Islam melaksanakan Sholat Idul Fitri 1446 H di Gumuk Pasir, Parangkusumo, Bantul. D.I Yogyakarta, Senin (31/3/2025). Sholat Idul Fitri yang digelar di Gumuk Pasir itu diikuti ribuan warga muslim.
Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Umat Islam melaksanakan Sholat Idul Fitri 1446 H di Gumuk Pasir, Parangkusumo, Bantul. D.I Yogyakarta, Senin (31/3/2025). Sholat Idul Fitri yang digelar di Gumuk Pasir itu diikuti ribuan warga muslim.

AMEERALIFE.COM,  JAKARTA -- Psikolog Meriyati berpendapat mengakui dan menerima emosi yang hadir dapat menjadi langkah awal memaafkan orang lain, terutama di hari Lebaran 2025 atau Idul Fitri 1446 Hijriyah.

"Izinkan diri untuk merasakan emosi marah, kecewa atau sakit hati yang dirasakan. Jangan menyangkal atau menekan emosi tersebut," ujar dia, Ahad (30/3/2025).

Baca Juga

Menurut Meriyati, memaafkan bukan sekadar tindakan sosial, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan mental dan fisik. Merujuk studi, memaafkan dapat mengurangi stres, meningkatkan kesehatan jantung, dan meningkatkan kesejahteraan emosional.

"Ketika kita menyimpan amarah atau dendam, tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol. Jika kondisi ini terjadi secara terus-menerus, maka dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan gangguan kecemasan," kata dia.

Karena itu, memaafkan menjadi tindakan yang disarankan, walau ini terkadang bukan hal mudah. Agar lebih mudah memaafkan, selain mengakui emosi, seseorang perlu menyadari memaafkan adalah untuk diri sendiri.

"Memaafkan bukan berarti setuju atau membiarkan pelaku lepas dari tanggung jawab, tetapi membebaskan diri dari beban emosional yang menguras energi," ujar Meriyati.

 

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement