Senin 08 Jan 2024 23:15 WIB

Bingung ke Psikiater dan Psikolog? Pahami Dulu Perbedaannya Berikut Ini Agar tak Keliru

Pahami perbedaan psikiater dan psikolog agar tepat memilih bantuan yang dibutuhkan.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Qommarria Rostanti
Psikiater dan psikolog (ilustrasi). Ada beberapa perbedaan antara psikiater dan psikolog yang perlu diketahui agar tidak keliru memilih bantuan.
Foto: Dok. Freepik
Psikiater dan psikolog (ilustrasi). Ada beberapa perbedaan antara psikiater dan psikolog yang perlu diketahui agar tidak keliru memilih bantuan.

AMEERALIFE.COM, JAKARTA -- Mengambil langkah pertama dalam mencari bantuan untuk kesehatan mental Anda bisa jadi sulit. Terkadang, beberapa orang sulit mengetahui cara meminta bantuan.

Selain itu, menavigasi sistem perawatan kesehatan mental dan memilih tipe praktisi terbaik dapat membingungkan. Dilansir Business Insider, Senin (8/1/2024), dua jenis profesional kesehatan yang terkenal adalah psikolog dan psikiater. Baik psikiater maupun psikolog mempelajari otak, perilaku manusia, dan membantu orang-orang dengan kesehatan mentalnya. 

Baca Juga

Perbedaan utama di antaranya keduanya adalah psikiater merupakan dokter medis yang meresepkan obat. Sementara itu, psikolog memiliki gelar doktor non medis, tidak dapat meresepkan obat.

Direktur Medis Osmind Carlene MacMillan, MD mengatakan psikiater memenuhi syarat untuk menangani berbagai macam penyakit mental yang tercantum dalam DSM-5. Beberapa kondisi yang lebih umum ini meliputi kecemasan, gangguan obsesif kompulsif, skizofrenia, gangguan makan, gangguan suasana hati, gangguan psikotik, gangguan belajar, dan gangguan kepribadian. 

MacMillan mengungkapkan, Anda mungkin ingin menemui psikiater jika mengalami gejala gangguan suasana hati seperti depresi atau gangguan bipolar, melihat atau mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak ada, mengalami kesulitan yang signifikan dalam menyelesaikan tugas, mengalami masalah dalam hubungan, atau mengalami gejala kecemasan yang intens. Seorang psikiater mungkin juga cocok jika Anda ingin menelusuri pilihan pengobatan untuk kesehatan mental, sedang dalam terapi tetapi merasa masih membutuhkan lebih banyak dukungan, atau sedang memikirkan untuk menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri.

Sementara itu, psikolog menggunakan metode berbasis bukti seperti terapi perilaku kognitif, terapi perilaku dialektis, dan terapi psikodinamik. Mereka dilatih untuk membantu orang mengatasi tantangan hidup dan masalah kesehatan mental dan memenuhi syarat untuk mengobati kecemasan, depresi, dan gangguan suasana hati lainnya. 

Masalah lain yang dapat ditangani oleh psikolog meliputi kecanduan, gangguan makan, gangguan obsesif kompulsif, gangguan stres pasca trauma, gangguan kepribadian, dan gangguan psikotik. Selain menangani masalah-masalah yang dapat didiagnosis di atas, psikolog membantu orang-orang dengan masalah kehidupan seperti stres, masalah emosional, pemulihan dari pelecehan masa kanak-kanak, pengalaman traumatis, hubungan, kesedihan, dan transisi.  Psikolog dilatih untuk bekerja dengan seluruh pengalaman manusia, dan psikolog bisa sangat bermanfaat jika Anda membutuhkan dukungan ekstra dalam hidup Anda. 

 

 

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement